Tuesday, September 26, 2017

Manfaat buah karsen | MANFAAT NYA APA SAJA YA?? | Agroteknologi

Manfaat buah karsen | MANFAAT NYA APA SAJA YA?? | Agroteknologi



Kalian tahu nama buah ini? Yak, nama buah ini adalah kersen, atau kresem, atau talok. Buah ini gampang lo temuin di pekarangan rumah lo, samping rumah lo, belakang rumah mantan lo, atau di depan rumah gebetan lo. Pokoknya lo pasti sering ngeliat pohon ini kan?
Namun, lo tahu gak? Kalo buah ini memiliki segudang khasiat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan?

Mari baca ini, dan lo akan tercengang.....

Kersen atau Muntingia calabura adalah tumbuhan yang sudah cukup dikenal di Indonesia. Bunga kersen dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk meringankan sakit kepala dan gejala awal flu, sedangkan daunnya dipercaya memiliki efek antipiretik dan anti-inflamasi. Diketahui bahwa ekstrak aqueous daun Muntingia calabura memiliki aktivitas anti-nociceptive, anti-inflamasi dan anti-piretik, yang bisa jadi disebabkan oleh efek sinergis dari flavonoid, saponin, tannin dan steroid yang terkandung didalamnya.
Rebusan daun kersen ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba atau sebagai antiseptik. Tanaman ini memiliki kandungan yang dapat meringankan nyeri dan inflamasi juga menunjukan aktivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri yang dimiliki oleh daun kersen (Muntingia calabura) diduga berasal dari unsur-unsur yang terkandung didalamnya, antara lain tannin, flavonoid, glikosida dan saponin. Daun kersen juga berkhasiat sebagai anti diabetes mellitus.

Daun kersen relatif mudah diperoleh dan terbukti secara ilmiah mujarab mengatasi diabetes mellitus. Untuk menurunkan gula darah, daun kersen yang digunakan adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlampau muda, persisnya 5 daun teratas. Cara pengolahannya, 50 – 100 gram daun kersen yang telah dicuci bersih direbus dalam 1 liter air hingga mendidih dan tersisa separuhnya, hasil rebusan itu diminum 2 kali sehari. Jika menggunakan ekstrak daun kering, 2 – 5 gram diseduh dalam 200 ml air. Keampuhan kersen menurunkan gula darah karena mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan yang menghambat kerusakan sel-sel pulau langerhans di pankreas. Rebusan daun kersen juga memiliki khasiat anti radang (anti-inflamasi) dan juga dapat menurunkan panas. Daun kersen juga memiliki efek anti tumor karena kandungan flavonoid yang dimiliki ternyata dapat menghambat pertumbuhan sel kanker secara in vitro.
Buah kersen juga digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari, hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat tersebut. Daun Muntingia calabura berkhasiat sebagai obat batuk dan peluruh dahak. Untuk obat batuk dipakai ± 20 gram daun segar Muntingia calabura, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai air rebusannya tinggal setengah, dinginkan lalu disaring, dan hasil saringan diminum tiga kali sehari sama banyak. Kayu kersen lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Kayunya termasuk kelas kayu awet, dapat digunakan untuk tonggak dan tiang, pagar, bantalan jalan kereta api, jembatan. Di Jawa Barat digunakan sebagai gagang palu dan kapak.

Buah kersen dapat dikonsumsi langsung. Buah kersen juga dapat diolah menjadi sirup buah kersen yang segar. Daun kersen juga dapat diolah menjadi teh yang sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Cara pembuatannya cukup sederhana, cukup dengan mengeringkan daun kersen lalu seduh dengan air panas. Air panas yang tadinya bening akan berubah seperti air teh pada umumnya.
Air hasil seduhan daun kersen berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan nutrisi buah kersen tidak kalah dengan buah yang lain misalnya mangga. Kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan buah kersen 80,5 mg, kandungan kalsium buah kersen 124,6 mg, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 mg.
Kandungan vitamin C pada buah kersen ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Selain itu, buah kersen mengandung vitamin A yakni betakaroten tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan berguna untuk kesehatan mata dan kulit tubuh.
Bunganya juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolestrol, yaitu dengan mengonsumsi bunga dari buah kersen ini.






Baca selengkapnya

Friday, September 8, 2017

5 HAMA PADA TANAMAN SAWIT | AGROTEKNOLOGI

5 HAMA PADA TANAMAN SAWIT | AGROTEKNOLOGI


Siapa yang tidak tahu kelapa sawit? Komoditi yang satu ini sangatlah unggul terutama dalam memproduksi minyak. Indonesia menjadi negara dengan salah satu pendapatan devisa non migasnya didapat dari kelapa sawit. Komoditi yang sudah menjadi keutamaan negara ini, apalagi hingga melakukan ekspor impor pasti perlu melakukan perlakuan khusus untuk menjaga kualitas dan kuantitas.

Sources: Paspimonitor Kelapa Sawit

Ternyata untuk menjaga dua hal penting yaitu kualitas dan kuantitas, sebenarnya tidak jauh dari kontrol terhadap hama atau pun penyakit pada tanaman yang satu ini. Terutama hama, dalam memproduksi kelapa sawit, menangani hama menjadi hal penting karena dampak yang dihasilkan hama terhadap tanaman kelapa sawit tidak hanya merusak bagian tertentu saja, namun hampir keseluruhan bagian dari akar hingga daun pun dapat dirusak dalam artian membuat pertumbuhan kelapa sawit menjadi kurang maksimal. Lalu, hama apa saja yang biasa ditemukan pada tanaman kelapa sawit?

1. Ulat Api atau Setora nitens

Pada awalnya, ulat ini akan singgah pada bagian permukaan daun dari tanaman kelapa sawit. Kemudian, ulat betina bertelur dan dapat menghasilkan sebanyak 300 – 400 butir dengan ciri-ciri telur yaitu berwarna kuning muda dan berbentuk pipih. Proses dari dihasilkannya telur hingga telur menetas memakan waktu antara 4 hingga 7 hari. Jika sudah menetas, larva ulat api berwarna hijau kekuningan dan terdapat bagian yang berbulu kasar di bagian kepala dan ekornya.


Ketika larva telah menjadi ulat muda, maka biasanya ulat akan membentuk koloni dan memulai mendegradasi bagian permukaan bawah daun, perlahan hingga nantinya akan disisakan bagian atas daun. Gigitan ulat akan terlihat jelas berbentuk memanjang dan hal ini yang menyebabkan daun menjadi kering dan perlahan akan mati, sehingga siklus atau transportasi nutrisi dari daun mau pun yang akan menuju ke daun akan terhenti.
Cara menangani serangan ulat api yaitu dengan mengambil secara manual pupa mau pun ulat sebagai upaya pemusnahan. Namun, bisa juga dengan menggunakan larva Trichogramma sp., predator Eocanthecona sp., penggunaan virus Granulosis baculoviruses, dan jamur Bacillus thuringiensis.

2. Tungau Merah atau Oligonychus





Tungau merah memiliki ukuran yang kecil yaitu 0,5 mm. Bagian yang diserang pada tanaman kelapa sawit adalah bagian daun, terutama tulang daun dengan cara menghisap cairan di dalamnya, sehingga tak hanya cairan saja namun segala kandungan di dalamnya termasuk klorofil ikut terhisap dan menyebabkan daun menjadi kering dan berwarna coklat. Tungau merah perlu diwaspadai apalagi saat musim kemarau karena pertumbuhannya yang cukup pesat pada musim tersebut.

3. Kumbang Tanduk atau Orycte rhinoceros

Kumbang ini sebenarnya tidak terlalu membahayakan bagi kelapa sawit yang umurnya terhitung cukup tua. Namun, akan sangat membahayakan jika kumbang ini menyentuh titik tumbuh pada tanaman kelapa sawit yang masih muda. Ternyata akibat yang ditimbulkan adalah dapat menimbulkan penyakit pada tanaman, menyebabkan tanaman busuk, hingga akhirnya tanaman tidak dapat tumbuh atau mati.



Keberadaan kumbang dapat dihindari dengan menjaga kebersihan are sekitar tempat ditanaminya kelapa sawit. Tidak hanya itu, dengan menggunakan jamur Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes juga bisa menjadi upaya terhindarnya keberadaan kumbang tanduk di area perkebunan kelapa sawit.

4. Penggerek Tandan Buah

Penggerek tandan buah atau nama latinnya yaitu Tirathaba mundella. Seperti namanya, hama ini menaruh telur pada bagian tandan buah. Jika telur telah menetas dan mengalami proses perkembangan hingga menjadi ulat, maka seringkali akan menyerang tanaman kelapa sawit yang masih berumur 3 – 4 tahun. Namun terkadang sering kali penggerek tandan buah menyerang pohon kelapa sawit tua.


Hama ini yang menyerang bagian tandan buah maka akan menyebabkan lubang pada buah bahkan bisa sampai ke bagian inti, menyebabkan kerontokan atau aborsi, atau buah menjadi berkembang namun tanpa inti. Selain buah, hama ini juga menyerang pada bagian bunga, yang mengakibatkan bunga akan gugur dan secara otomatis menghambat menghambat tumbuhnya buah kelapa sawit.
Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pembersihan buah-buah yang sudah busuk agar buah yang masih steril dari hama tersebut tidak terserang olehnya. Selanjutnya, buah-buah yang busuk tersebut harus dipindahkan ke area yang cukup jauh dari perkebunan, dimasukkan ke dalam wadah, diberi insektisida, dan kemudian ditutup oleh tanah.

5. Nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus 

Hama yang satu ini menyerang bagian vital pada tanaman kelapa sawit yaitu pada akar. Serangan yang dihasilkan akan menyebabkan daun yang tumbuh tidak membuka, namun akan menggulung. Selanjutnya, warna daun juga berubah menjadi kuning juga seperti kekurangan air sehingga terlihat kering.


Selain daun, tandan bunga juga menutup dan membusuk dan pada akhirnya tidak menghasilkan buah. Menghindari hama ini bisa dengan mengisolasi atau menjauhkan tanaman busuk tersebut dari area kebun kemudian diberi racun natrium arsenit atau dibakar.
Baca selengkapnya